Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Alexander Kam

White Coat & Masked Hypertension

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Mei 202021 Mei 2020

White Coat & Masked Hypertension

White Coat & Masked Hypertension

White Coat & Masked Hypertension

Pasien dengan white coat hypertension memiliki risiko kardiovaskuler yang sedang. Untuk mendiagnosis hipertensi ini, dibutuhkan konfirmasi dengan mengulang pengukuran tekanan darah di luar pusat pelayanan kesehatan. Jika risiko kardiovaskuler rendah dan tidak ada kerusakan organ karena hipertensi (hypertension-mediated organ damage/ HMOD), tidak dibutuhkan terapi medikamentosa.

Pasien dengan masked hypertension memiliki risiko kardiovaskuler yang sama dengan sustained hypertension. Diagnosis hipertensi ini membutuhkan konfirmasi dengan mengulang pengukuran tekanan darah di dalam dan luar pusat pelayanan kesehatan. Masked hypertension membutuhkan terapi medikamentosa.

Sumber: ISH Global Hypertension Practice Guidelines, 2020

1

Perbedaan Kelainan Kelenjar Tiroid

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Mei 202018 Mei 2020

Perbedaan Kelainan Kelenjar Tiroid

Perbedaan Kelainan Kelenjar Tiroid
1

Indeks Wayne pada Hipertiroid

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 31 Mei 202018 Mei 2020

Indeks Wayne pada Hipertiroid:

Gejala Skor Tanda Skor (Ada) Skor (Tidak)
Sesak nafas +1 Kel. tiroid teraba +3 -3
Palpitasi +2 Bruit tiroid +2 -2
Kelelahan +2 Eksoftalmus +2 0
Suka udara panas -5 Lid retraction +2 0
Suka udara dingin +5 Lid lag +1 0
Keringat (++) +3 Hiperkinetik +4 -2
Gugup +2 Tangan panas +2 -2
Nafsu makan (+) +3 Tangan basah +1 -1
Nafus makan (-) -3 Nadi <80/ menit -3 0
Berat badan naik -3 Nadi >90/ menit +3 0
Berat badan turun +3 Fibrilasi atrial +4 0

<11: eutiroid

11 – 18: equivokal

>19: hipertiroid

Sistem Biliaris dan Perjalanan Bilirubin

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 27 Mei 202016 Mei 2020
Sistem biliaris dan perjalanan bilirubin

Sistem biliaris dan perjalanan bilirubin.

Pasien datang dengan ikterik, pemeriksaan penunjang yang kita sarankan adalah faal hepar seperti bilirubin I dan II. Selain itu, urinalisis juga dicek untuk memastikan diagnosisnya.

Lalu, bagaimana cara interpretasi hasilnya nanti? Dengan memahami perjalanan bilirubin, tentunya tidak akan sulit untuk memperkirakan diagnosisnya setelah hasil laboratorium keluar.

Setelah memperkirakan masalah ikteriknya ini apakah prehepatik, intrahepatik, atau posthepatik, baru kita bisa pikirkan diagnosis dan diagnosis banding. Masalah ikterik tidak hanya hepatitis, koledokolithiasis dan tumor kaput pankreas saja.

Kelainan pada sistem biliaris ini dapat menyebabkan sirosis hati jika tidak ditatalaksana dengan cepat.

Hepatitis B dan Interpretasi Laboratoriumnya.

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 27 Mei 202013 Mei 2020
Hepatitis B dan interpretasi laboratoriumnya

Hepatitis B dan interpretasi pemeriksaan laboratoriumnya membutuhkan pemahaman yang tepat. Walaupun, cara interpretasi hasil tersebut kadang masih membingungkan.

Berikut catatan yang mencoba meringkas cara menginterpretasikan hasil laboratorium tersebut.

Interpretasi yang tepat, akan membuat kita melakukan diagnosis yang akurat dan pemilihan terapi yang benar. Cek HBV DNA penting untuk menentukan pilihan terapi yang akan diberikan untuk pasien dengan Hepatitis B kronik. Adanya sirosis hati yang diderita oleh pasien Hepatitis B kronik juga mempengaruhi pemilihan terapinya.

Sumber: Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B

1

Navigasi pos

Halaman Sebelumnya
Halaman Berikutnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.