Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Hematologi Onkologi Medik merupakan salah satu subbagian di ilmu penyakit dalam.

Hematologi Onkologi Medik

Profilaksis Tromboemboli Vena (TEV) pada Sepsis

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 30 Mei 202019 Mei 2020

Profilaksis Tromboemboli Vena (TEV) pada Sepsis

Tromboemboli Vena (TEV) dengan manifestasi klinisnya yaitu Deep Vein Thrombosis (DVT) dan Pulmonary Embolism (PE), merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada pasien- pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Sepsis terutama yang disertai dengan hipotensi dan syok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya DVT dan PE. Patogenesis yang mendasari terjadinya TEV pada sepsis diduga terjadi oleh karena berbagai faktor, antara lain: pemakaian obat vasopresor, sedasi, imobilisasi, aktivasi jalur thromboinflamasi, Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), dan stasis vena. 1

Profilaksis Tromboemboli Vena (TEV) pada Sepsis - Penilaian risiko TEV PADUA

Skor PADUA

Untuk menentukan risiko kejadian TEV dikembangkan suatu model penilaian risiko yang merupakan suatu sistem skor risiko dan skor stratifikasi risiko kejadian komplikasi TEV. Dengan mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya TEV, klinisi diharapkan dapat lebih bijak dan tepat dalam mengambil keputusan pasien yang akan diberikan profilaksis. Skor yang dipakai untuk menilai risiko TEV adalah skor PADUA yang dimodifikasi. Model penilaian risiko TEV dengan skor PADUA modifikasi ditunjukkan dalam tabel 1. 2

Skor IMPROVE

Profilaksis TEV diberikan jika nilai skor PADUA modifikasi > 4. Profilaksis farmakologis diberikan jika risiko perdarahan rendah dan profilaksis mekanik diberikan jika risiko perdarahan tinggi. Untuk nilai risiko pedararahan dinilai menggunakan skor IMPROVE (tabel 2) dimana skor > 7 dikategorikan ke risiko tinggi perdarahan. 2

Profilaksis Tromboemboli Vena (TEV) pada Sepsis - Penilaian risiko perdarahan IMPROVE

Profilaksis TEV

Profilaksis Tromboemboli Vena (TEV) pada sepsis harus dipilih dengan tepat. Kontraindikasi untuk pemberian profilaksis farmakologi adalah trombositopenia (trombosit < 50.000 ), gangguan pembekuan darah seperti pada DIC, International normalized ratio (INR), atau activated Partial-Thromboplastin Time (aPTT) > 1,5, perdarahan aktif, stroke perdarahan atau iskemia yang baru, hemofilia A atau B dan penyakit von Willebrand.1,3

Obat-obatan yang digunakan untuk tromboprofilaksis adalah Unfractionated Heparin (UFH) , Low Molecular Weight Heparin ( LMWH), fondaparinux . Pada pasien yang tidak ada kontraindikasi pemberian farmakologi profilaksis, maka :Profilaksi lini pertama adalah enoxaparin 40 mg subkutan setiap 12 jam. Untuk lini kedua digunakan  low dose           7500 unit subkutan setiap 8 jam. Pada pasien denagn Cr Cl < 30 ml/ menit, profilaksi lini pertama nya adalah low dose UFH 5000 unit subkutan setiap 8 jam. Untuk lini kedua pilihannya adalah enoxaparin 30 mg subkutan setiap 24 jam.1

Bila terdapat kontraindikasi pemberian farmakologi profilaksis, maka dapat diberikan mekanikal thromboprophylaxis dengan menggunakan Graduated Compression Stocking (GCS) atau Intermittent Pneumatic Compression (IPC). 1,3

Daftar Pustaka

  1. Hutajulu SVR. Thromboembolism Prophylactic. Dalam : Pangalila FJP, Mansjoer A, editor: Penatalaksanaan Sepsis dan Syok Sepsis, Optimalisasi FASTHUGSBID. Jakarta. Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI). 2017.
  2. Kurnianda J, Darmawan B, Djamaludin N, Setiawan B, Suharti C. Profilaksis Tromboemboli Vena  Pada Medik. Dalam : Tambunan KL, Suharti C, Sukrisman L, Fadjari TH, Setiawan B, editor. Panduan Nasional Tromboemboli Vena. Jakarta. Perhimopunan Trombsosis dan Hemostasis Indonesia. 2018.
  3. Rhodes A, Evans LE, Alhazzani W, Levy MM, Antonelli M, Ferrer R, Kumar A, et al. Surviving sepsis campaign: International guidelines for management of sepsis and septic shock 2016. CCM Journal. 2017. 45(3).

Absolute Neutrophil Count (ANC)

oleh Dela Jalmasdiperbarui pada 30 Mei 202017 Mei 2020

Absolute Neutrophil Count (ANC):

ANC = (% neutrofil segmen + % neutrofil batang) x leukosit (per 1.000) x 10

1.000 – 1.500 sel/mL: neutropenia ringan

500 – 999 sel/mL: neutropenia sedang

<500 sel/mL: neutropenia berat

Definisi Absolute Neutrophil Count (ANC)

Neutropenia ditegakkan apabila nilai ANC <500 sel/mL atau <1000 sel/mL dengan kecenderungan menurun menjadi <500 sel/mL dalam waktu 2 hari.

Pendekatan Diagnosis Anemia

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 27 Mei 202015 Mei 2020
Pendekatan Diagnosis Anemia
Anemia normositik normokrom

Catatan pendekatan diagnosis anemia yang sering kita jumpai.

Penyebab anemia sangat bervariasi. Antara satu kasus anemia dengan kasus anemia lainnya, akan berbeda pendekatan dan manajemen terapinya.

Oleh sebab itu, mendiagnosis penyebab anemia dengan tepat, akan sangat mempengaruhi keberhasilan tatalaksana pasien.

1

Sistem Skor untuk Diagnosis DIC

oleh Dela Jalmasdiperbarui pada 30 Mei 202010 Mei 2020

Sistem Skor untuk Diagnosis Koagulasi Intravaskuler Diseminata/ DIC

PemeriksaanHasilSkor
Hitung trombosit>100.000/mL0
 50.000-100.000/mL1
 <50.000/mL2
D-dimerTidak ada kenaikan0
 Kenaikan sedang1
 Kenaikan berat2
Perpanjangan PT<3 detik0
 3-6 detik1
 >6 detik2
Kadar fibrinogen>1,0 g/L0
 <1,0 g/L1

Total skor besar sama 5 sesuai dengan diagnosis KID.

Koagulasi Intravaskuler Diseminata/ DIC

Koagulasi intravaskuler diseminata (DIC) merupakan sindrom klinikopatologi yang didapat, ditandai dengan aktivasi sistem koagulasi yang mengakibatkan gangguan pasokan darah ke organ maupun perdarahan, sebagai akibat konsumsi trombosit dan faktor koagulasi.

DIC bukanlah suatu penyakit. Namun, merupakan manifestasi sekunder dari proses patologi yang mendasari seperti infeksi, trauma, kanker, dan kegawatdaruratan di bidang obstetri.

Sistem Skor untuk Diagnosis DIC

Definisi DIC menurut subkomite SSC dari ISTH (Scientific and Standardization Committee of the International Society on Thrombosis and Hemostasis): DIC adalah suatu sindrom yang didapat, ditandai oleh aktivasi koagulasi intravaskuler secara luas (tidak bersifat lokal) yang muncul dari berbagai sebab yang berbeda. DIC bisa dimulai dari dan akan menyebabkan kerusakan mikrovaskuler, dan apabila cukup berat dapat mengakibatkan disfungsi organ.

DIC selalu bersifat sekunder terhadap kondisi patologik lain yang mendasari. Diagnosis DIC didasarkan atas gambaran klinik dan temuan laboratorium. Tidak ada pemeriksaan laboratorium tunggal untuk konfirmasi diagnosis DIC.

Salah satu cara dengan menggunakan skor diagnostik dari tes koagulasi yang bisa dilakukan secara luas. Jumlah skor 5 atau lebih sesuai diagnosis DIC overt.

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keenam, 2014

0

Trombosit rendah. Perlu ditransfusi?

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 30 Mei 20207 Mei 2020
Trombosit rendah. Perlu ditransfusi?

Trombosit rendah, perlu ditransfusi? Mungkin pertanyaan ini sering muncul dalam praktik sehari-hari seorang dokter.

Jadi, kapan sebaiknya nilai trombosit yang rendah, seperti pada ITP, perlu kita transfusi?

3

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.