Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Juni 2020

Pulse Terapi Metilprednisolon dan Indikasinya

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 30 Juni 202030 Juni 2020

Pulse Terapi Metilprednisolon dan Indikasinya

Pulse Terapi Metilprednisolon dan Indikasinya

Pulse terapi metilprednisolon dan indikasinya. Pulse terapi metilprednisolon dilakukan dengan pemberian metilprednislon 500mg atau 1000mg dalam 100cc NaCl 0,9% habis dalam 1 jam 1x/ hari selama 3 hari berturut-turut. Indikasi dan kontraindikasinya dapat dilihat pada gambar di atas, contohnya adalah nefritis lupus.

Sistem Imun Adaptif dan Vaksinasi

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Juni 202030 Juni 2020

Sistem Imun Adaptif dan Vaksinasi

Sistem Imun Adaptif dan Vaksinasi

Sistem imun adaptif dan vaksinasi. Sistem imun adaptif disusun oleh beberapa jenis limfosit dengan masing-masing fungsinya.

Limfosit terdiri dari limfosit B dan limfosit T. Limfosit B nantinya akan membentuk antibodi. Limfosit T terdiri dari T-helper, T-sitotoksik, dan T-regulator. Fungsi masing-masing limfosit dijelaskan pada gambar di atas. Respon sistem imun yang berlebihan akan menyebabkan hipersensitivitas, seperti SLE.

Vaksin terdiri dari vaksin aktif dan pasif. Vaksin aktif menggunakan antigen mikroba yang dilemahkan. Sementara vaksin pasif menggunakan serum antibodi atau limfosit T.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 13 Juni 202013 Juni 2020

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Studi epidemiologi menunjukkan asma underdiagnosed di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, di antara lain gambaran klinis yang tidak khas dan beratnya penyakit yang sangat bervariasi, serta gejala yang bersifat episodik sehingga penderita tidak merasa perlu ke dokter.

Diagnosis asma didasari oleh gejala yang bersifat episodik. Gejala tersebut dapat berupa batuk, sesak nafas, mengi, rasa berat di dada dan variabilitas yang berkaitan dengan cuaca.

Anamnesis yang baik cukup untuk menegakkan diagnosis, ditambah dengan pemeriksaan fisik dan penunjang. Penilaian faal paru, terutama reversibilitas kelainan faal paru, akan lebih meningkatkan nilai diagnostik.

Sumber: GINA 2020

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 13 Juni 20209 Juni 2020

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Hipertiroid dalam Kehamilan – Fisiologis dan Patologis

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 6 Juni 20206 Juni 2020

Hipertiroid dalam Kehamilan – Fisiologis dan Patologis

Hipertiroid dalam Kehamilan – Fisiologis dan Patologis. Pada kehamilan terdapat beberapa perubahan faal yang menyangkut fungsi dan status tiroid yaitu terjadinya struma, peningkatan kadar TBG, dan pengaruh hCG.

Kehamilan dan fungsi tiroid merupakan dua hal yang saling mempengaruhi dengan erat, baik pada keadaan fisiologi maupun keadaan patologi. Berbagai perubahan hormonal dan metabolik akan terjadi dalam kehamilan. Secara umum, fungsi tiroid ibu hamil pada kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: peningkatan konsentrasi Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang merangsang kelenjar tiroid, peningkatan eksresi iodium lewat urin yang mengakibatkan penurunan konsentrasi iodium plasma, peningkatan Thyroid Binding Globulin (TBG) pada trimester pertama kehamilan.

Hal ini akan meningkatkan kadar hormon tiroid serum. Peningkatan ini akan diikuti oleh penurunan kadar TSH serum akibat negative feedback pada aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid.

Pada kehamilan terjadi beberapa perubahan pada hormon tiroid. Penyakit autoimun yang paling sering adalah Penyakit Graves. Kejadian Penyakit Graves berkisar antara 1-2 per 1000 kehamilan. Penyebab lain hipertiroidisme dalam kehamilan adalah struma nodosa toksik (Penyakit Plummer), struma multinodosa toksik, tiroiditis, tirotoksikosis gestational, tumor trofoblastik dan mola hidatidosa. Dua kondisi pada kehamilan yang berhubungan dengan hipertiroidisme adalah hiperemesis gravidarum dan penyakit tropoblastik gestasional. Sebanyak 60% perempuan hamil dengan hiperemis menunjukkan gejala hipertiroidisme (tirotoksikosis gestational).

Sumber: Nature Reviews Endocrinology

Navigasi pos

Halaman Sebelumnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.