Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Randa Fermada

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 13 Juni 202013 Juni 2020

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Asma?

Studi epidemiologi menunjukkan asma underdiagnosed di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, di antara lain gambaran klinis yang tidak khas dan beratnya penyakit yang sangat bervariasi, serta gejala yang bersifat episodik sehingga penderita tidak merasa perlu ke dokter.

Diagnosis asma didasari oleh gejala yang bersifat episodik. Gejala tersebut dapat berupa batuk, sesak nafas, mengi, rasa berat di dada dan variabilitas yang berkaitan dengan cuaca.

Anamnesis yang baik cukup untuk menegakkan diagnosis, ditambah dengan pemeriksaan fisik dan penunjang. Penilaian faal paru, terutama reversibilitas kelainan faal paru, akan lebih meningkatkan nilai diagnostik.

Sumber: GINA 2020

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 13 Juni 20209 Juni 2020

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Progresi dan Stadium Klinis Infeksi HIV

Klasifikasi dan Tatalaksana Pneumotoraks

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 31 Mei 202031 Mei 2020

Klasifikasi dan tatalaksana pneumotoraks.

Klasifikasi dan Tatalaksana Pneumotoraks

Algoritma tatalaksana pneumotoraks spontan:

Algoritma tatalaksana pneumotoraks spontan

Klasifikasi dan Tatalaksana Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga pleura. Dengan adanya udara dalam rongga pleura tersebut, maka akan menimbulkan penekanan terhadap paru-paru sehingga paru-paru tidak dapat mengembang dengan maksimal sebagaimana biasanya ketika bernapas. Pneumotoraks dapat terjadi baik secara spontan maupun traumatik. Pneumotoraks spontan itu sendiri dapat bersifat primer dan sekunder. Sedangkan pneumotoraks traumatik dapat bersifat iatrogenik dan non iatrogenik.

Pneumotoraks spontan primer

Pneumotoraks spontan primer (PSP) terjadi karena ruptur spontan dari bleb subpleura atau bula. Penelitian secara patologis membuktikan bahwa pada pasien pneumotoraks spontan yang parunya direseksi tampak adanya satu atau dua ruang berisi udara dalam bentuk bleb dan bula. Bula merupakan kantong yang dibatasi oleh plura fibrotik yang menebal, sebagian oleh jaringan fibrosa dan sebagian lagi oleh jaringan paru yang emfisematous. Bleb terbentuk dari suatu alveoli yang pecah melalui jaringan interstisial ke dalam lapisan fibrosa tipis pleura viseralis yang kemudian berkumpul dalam bentuk kista.

Mekanisme terbentuk blem dan kista belum diketahui. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan pada apek paru berhubungan dengan iskemia atau peningkatan distensi alveolidaerah apek paru akibat tekanan pleura yang lebih negatif. Pada PSP, pecahnya alveoli berhubungan dengan obstruksi check valva pada saluran nafas kecil sehingga timbul distensi ruang udara di bagian distalnya. Obstruksi jalan nafas bisa diakibatkan oleh penumpukan mukus dalam bronkiolus baik oleh infeksi dan non infeksi.

Pneumotoraks spontan sekunder

Patogenesis Pneumotoraks Spontan Sekunder (PSS) terjadi karena pecahnya bleb atau bula subpleura dan sering berhubungan dengan penyakit paru yang mendasarinya. Penyebabnya multifaktorial, umumnya terjadi akibat komplikasi penyakit PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), asma, fibrokistik paru, tuberkulosis, pneumonia, juga disebakan oleh rheumatoid arthritis.

Penatalaksanaan

Tujuan utama penatalaksanaan pneumotoraks adalah untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura dan menurunkan kecenderungan untuk kambuh lagi.

Pada prinsipnya, penatalaksanaan pneumotoraks adalah:

  • Observasi dan pemberian O2
  • Tindakan dekompresi
  • Torakoskopi
  • Torakotomi
  • Tindakan bedah

Alur penatalaksanaan dapat dilihat pada gambar di atas.

Daftar Pustaka

  • Hisyam, B. Budiono, E. Pneumotoraks. Dalam : Sudoyo, Aru, W. Setiyohadi, Bambang. Alwi, Idrus. K, Marcellus, Simadibrata. Setiati, Siti (editor). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi VI. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2014
  • Kelly AM, Druda D. Comparison of size classification of primary spontaneous pneumothorax by three international guidelines: a case for international consensus? Respiratory Med. 2008;102.
  • MacDuff A, Arnold A, Harvey J. Management of spontaneous pneumothorax: British Thoracic Society pleural disease guidelines 2010. Thorax. 2010

Mekanisme dan Tempat Kerja Diuretik

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 31 Mei 202031 Mei 2020

Mekanisme dan tempat kerja diuretik.

Mekanisme dan Tempat Kerja Diuretik

Mekanisme dan Tempat Kerja Diuretik

Diuretik meningkatkan output urin. Sebagian besar diuretik juga meningkatkan ekskresi solut melalui urin, seperti natrium dan klorida. Sebagian besar diuretik yang digunakan secara klinis bekerja dengan menurunkan reabsrobsi natrium di tubulus ginjal, yang menyebabkan natriuresis dan kemudian menyebabkan diuresis.

Kegunaan diuretik pada praktek klinis adalah untuk menurunkan volume cairan ekstraseluler, terutama pada penyakit dengan edema dan hipertensi. Mekanisme dan tempat kerja diuretik dijelaskan pada gambar di atas.

Calcium Corrected Albumin (Rumus)

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 31 Mei 202028 Mei 2020

Calcium Corrected Albumin (Rumus)

Di dalam cairan ekstraseluler, kalsium berada dalam 3 bentuk, yaitu ion Ca bebas, kalsium yang terikat albumin, dan kalsium yang terikat pada anion yang lain atau dalam bentuk garam komplek. Pengukuran kalsium total dalam serum, harus dikoreksi dengan kadar albumin serum dengan persamaan sebagai berikut :

Ca terkoreksi = Ca terukur + 0,8 (4 – kadar albumin)

Sumber : EIMED PAPDI

Navigasi pos

Halaman Sebelumnya
Halaman Berikutnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.