
Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target
Aksis ini sangat penting dengan mekanisme feedback negatifnya.
Memahami aksis ini sangat membantu pemahaman peran dan pengaturan dari hormon hipofisis.
Sumber: Williams’ Textbook of Endocrinology
Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target
Aksis ini sangat penting dengan mekanisme feedback negatifnya.
Memahami aksis ini sangat membantu pemahaman peran dan pengaturan dari hormon hipofisis.
Sumber: Williams’ Textbook of Endocrinology

Bulan Ramadhan merupakan momen ibadah yang dinantikan oleh umat Muslim, termasuk bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Diperkirakan lebih dari 50 juta pasien DMT2 di seluruh dunia tetap memilih menjalankan puasa Ramadhan setiap tahunnya. Pada sebagian besar pasien, puasa dapat dilakukan dengan aman apabila disertai persiapan medis yang tepat dan pengelolaan terapi yang sesuai.
Namun, perubahan pola makan dan jadwal aktivitas selama puasa dapat memengaruhi kadar gula darah. Pasien DMT2 berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) maupun hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi) apabila pengobatan dan pola hidup tidak disesuaikan dengan baik selama Ramadhan.
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam pada siang hari. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:
Karena itu, pasien diabetes dianjurkan untuk tidak menjalani puasa tanpa persiapan medis yang memadai.
Sebelum menjalani puasa, pasien DMT2 sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan 1–2 bulan sebelum Ramadhan. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi tubuh tetap stabil dan aman selama menjalankan ibadah puasa.
Pemeriksaan ini meliputi:
Dokter juga akan memberikan edukasi mengenai tanda bahaya hipoglikemia dan hiperglikemia serta kapan pasien harus membatalkan puasa demi keselamatan kesehatan.
Penanganan diabetes selama puasa harus bersifat individual sesuai kondisi masing-masing pasien. Pemilihan obat mempertimbangkan:
Obat yang meningkatkan sekresi insulin seperti sulfonilurea dan insulin memiliki risiko hipoglikemia lebih tinggi dibandingkan obat yang meningkatkan sensitivitas insulin.
Berikut beberapa rekomendasi umum penyesuaian terapi pada pasien DMT2 selama Ramadhan:
Pasien diabetes dianjurkan segera membatalkan puasa apabila mengalami:
Keselamatan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah puasa.
Puasa Ramadhan tetap dapat dijalani oleh sebagian pasien DMT2 dengan aman apabila disertai pemeriksaan medis, edukasi, serta penyesuaian terapi yang tepat. Konsultasi dengan dokter sebelum Ramadhan sangat dianjurkan agar risiko komplikasi seperti hipoglikemia dan hiperglikemia dapat diminimalkan.
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.
Sumber: Panduan Penatalaksanaan DM Tipe 2 pada Individu Dewasa di Bulan Ramadhan, Perkeni, 2015