Gastroenterohepatologi merupakan salah satu subbagian di ilmu penyakit dalam.
Gastroenterohepatologi
Sistem Biliaris dan Perjalanan Bilirubin

Sistem biliaris dan perjalanan bilirubin.
Pasien datang dengan ikterik, pemeriksaan penunjang yang kita sarankan adalah faal hepar seperti bilirubin I dan II. Selain itu, urinalisis juga dicek untuk memastikan diagnosisnya.
Lalu, bagaimana cara interpretasi hasilnya nanti? Dengan memahami perjalanan bilirubin, tentunya tidak akan sulit untuk memperkirakan diagnosisnya setelah hasil laboratorium keluar.
Setelah memperkirakan masalah ikteriknya ini apakah prehepatik, intrahepatik, atau posthepatik, baru kita bisa pikirkan diagnosis dan diagnosis banding. Masalah ikterik tidak hanya hepatitis, koledokolithiasis dan tumor kaput pankreas saja.
Kelainan pada sistem biliaris ini dapat menyebabkan sirosis hati jika tidak ditatalaksana dengan cepat.
Hepatitis B dan Interpretasi Laboratoriumnya.

Hepatitis B dan interpretasi pemeriksaan laboratoriumnya membutuhkan pemahaman yang tepat. Walaupun, cara interpretasi hasil tersebut kadang masih membingungkan.
Berikut catatan yang mencoba meringkas cara menginterpretasikan hasil laboratorium tersebut.
Interpretasi yang tepat, akan membuat kita melakukan diagnosis yang akurat dan pemilihan terapi yang benar. Cek HBV DNA penting untuk menentukan pilihan terapi yang akan diberikan untuk pasien dengan Hepatitis B kronik. Adanya sirosis hati yang diderita oleh pasien Hepatitis B kronik juga mempengaruhi pemilihan terapinya.
