Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 29 Mei 20207 Mei 2020
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), atau DBD, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Manifestasi klinis DHF dapat berupa demam, nyeri otot dan/ atau nyeri sendi. Hal ini disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragis.

Gambaran klinis DHF

Manifestasi klinis infeksi virus dengue dapat bersifat asimptomatik, atau dapat berupa demam yang tidak khas, demam dengue, demam berdarah dengue, atau sindrom syok dengue (SSD).

Pada umumnya, pasien mengalami fase demam selama 2-7 hari, yang diikuti oleh fase kritis selama 2-3 hari. Pada waktu fase ini, pasien sudah tidak demam, akan tetapi mempunyai risiko untuk terjadi renjatan jika tidak mendapat pengobatan adekuat.

DF vs. DHF

Perbedaan utama antara DF dan DBD adalah ditemukannya kebocoran plasma pada DBD. Pada DHF, terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi atau penumpukan cairan di rongga tubuh.

Penatalaksanaan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

Tidak ada terapi spesifik untuk DHF. Prinsip utama adalah terapi suportif. Dengan terapi suportif adekuat, angka kematian dapat diturunkan hingga kurang dari 1%.

Pemeliharaan volume cairan sirkulasi merupakan tindakan yang paling penting dalam penanganan kasus DHF. Asupan cairan pasien harus tetap dijaga, terutama cairan oral. Jika asupan cairan oral pasien tidak mampu dipertahankan, maka dibutuhkan suplemen cairan melalui intravena untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi secara bermakna.

1

Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 29 Mei 20207 Mei 2020
Aksis Hipotalamus - Hipofisis - Organ Target

Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target

Aksis ini sangat penting dengan mekanisme feedback negatifnya.

Memahami aksis ini sangat membantu pemahaman peran dan pengaturan dari hormon hipofisis.

Sumber: Williams’ Textbook of Endocrinology

1

Panduan Aman Menjalani Puasa Ramadhan bagi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 28 Mei 20267 Mei 2020
Panduan DMT2 Dewasa di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan momen ibadah yang dinantikan oleh umat Muslim, termasuk bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Diperkirakan lebih dari 50 juta pasien DMT2 di seluruh dunia tetap memilih menjalankan puasa Ramadhan setiap tahunnya. Pada sebagian besar pasien, puasa dapat dilakukan dengan aman apabila disertai persiapan medis yang tepat dan pengelolaan terapi yang sesuai.

Namun, perubahan pola makan dan jadwal aktivitas selama puasa dapat memengaruhi kadar gula darah. Pasien DMT2 berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) maupun hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi) apabila pengobatan dan pola hidup tidak disesuaikan dengan baik selama Ramadhan.

Risiko Puasa pada Pasien DMT2

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam pada siang hari. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:

  • Hipoglikemia, terutama pada pasien yang menggunakan insulin atau obat tertentu seperti sulfonilurea.
  • Hiperglikemia akibat pola makan berlebihan saat berbuka atau sahur.
  • Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
  • Gangguan metabolik lain apabila pengendalian diabetes kurang optimal.

Karena itu, pasien diabetes dianjurkan untuk tidak menjalani puasa tanpa persiapan medis yang memadai.

Pentingnya Pemeriksaan Pra-Ramadhan

Sebelum menjalani puasa, pasien DMT2 sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan 1–2 bulan sebelum Ramadhan. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi tubuh tetap stabil dan aman selama menjalankan ibadah puasa.

Pemeriksaan ini meliputi:

  • Evaluasi kadar gula darah
  • Tekanan darah
  • Profil lipid
  • Penyesuaian pola makan
  • Penyesuaian aktivitas fisik
  • Evaluasi dan perubahan dosis obat bila diperlukan

Dokter juga akan memberikan edukasi mengenai tanda bahaya hipoglikemia dan hiperglikemia serta kapan pasien harus membatalkan puasa demi keselamatan kesehatan.

Prinsip Penatalaksanaan DMT2 Selama Ramadhan

Penanganan diabetes selama puasa harus bersifat individual sesuai kondisi masing-masing pasien. Pemilihan obat mempertimbangkan:

  • Risiko hipoglikemia
  • Efektivitas penurunan HbA1c
  • Pengaruh terhadap berat badan dan risiko kardiovaskular
  • Kenyamanan penggunaan
  • Keamanan dan tolerabilitas obat

Obat yang meningkatkan sekresi insulin seperti sulfonilurea dan insulin memiliki risiko hipoglikemia lebih tinggi dibandingkan obat yang meningkatkan sensitivitas insulin.

Rekomendasi Perubahan Terapi DMT2 Saat Puasa

Berikut beberapa rekomendasi umum penyesuaian terapi pada pasien DMT2 selama Ramadhan:

1. Pengaturan Diet dan Aktivitas Fisik

  • Pola makan tetap harus teratur saat sahur dan berbuka.
  • Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa.
  • Aktivitas fisik dapat disesuaikan intensitas dan waktunya untuk mengurangi risiko hipoglikemia.

2. Metformin

  • Umumnya tetap dapat digunakan selama puasa.
  • Dosis dapat disesuaikan waktu pemberiannya saat berbuka dan sahur sesuai anjuran dokter.

3. DPP-4 Inhibitor dan TZD

  • Biasanya tidak memerlukan perubahan dosis.
  • Risiko hipoglikemia relatif rendah.

4. Sulfonilurea

  • Perlu perhatian khusus karena berisiko menyebabkan hipoglikemia.
  • Penyesuaian dosis dan waktu minum obat perlu dilakukan berdasarkan anjuran tenaga medis.

5. Insulin

  • Pasien pengguna insulin memerlukan pemantauan gula darah lebih ketat.
  • Penyesuaian jenis maupun dosis insulin dapat diperlukan selama Ramadhan.

Kapan Pasien Harus Membatalkan Puasa?

Pasien diabetes dianjurkan segera membatalkan puasa apabila mengalami:

  • Gula darah terlalu rendah
  • Gula darah terlalu tinggi
  • Pusing berat atau lemas
  • Dehidrasi
  • Penurunan kesadaran

Keselamatan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah puasa.

Kesimpulan

Puasa Ramadhan tetap dapat dijalani oleh sebagian pasien DMT2 dengan aman apabila disertai pemeriksaan medis, edukasi, serta penyesuaian terapi yang tepat. Konsultasi dengan dokter sebelum Ramadhan sangat dianjurkan agar risiko komplikasi seperti hipoglikemia dan hiperglikemia dapat diminimalkan.

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.

Sumber: Panduan Penatalaksanaan DM Tipe 2 pada Individu Dewasa di Bulan Ramadhan, Perkeni, 2015

0

Navigasi pos

Halaman Berikutnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.