Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Mei 2020

Sistem Biliaris dan Perjalanan Bilirubin

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 27 Mei 202016 Mei 2020
Sistem biliaris dan perjalanan bilirubin

Sistem biliaris dan perjalanan bilirubin.

Pasien datang dengan ikterik, pemeriksaan penunjang yang kita sarankan adalah faal hepar seperti bilirubin I dan II. Selain itu, urinalisis juga dicek untuk memastikan diagnosisnya.

Lalu, bagaimana cara interpretasi hasilnya nanti? Dengan memahami perjalanan bilirubin, tentunya tidak akan sulit untuk memperkirakan diagnosisnya setelah hasil laboratorium keluar.

Setelah memperkirakan masalah ikteriknya ini apakah prehepatik, intrahepatik, atau posthepatik, baru kita bisa pikirkan diagnosis dan diagnosis banding. Masalah ikterik tidak hanya hepatitis, koledokolithiasis dan tumor kaput pankreas saja.

Kelainan pada sistem biliaris ini dapat menyebabkan sirosis hati jika tidak ditatalaksana dengan cepat.

Pendekatan Diagnosis Anemia

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 27 Mei 202015 Mei 2020
Pendekatan Diagnosis Anemia
Anemia normositik normokrom

Catatan pendekatan diagnosis anemia yang sering kita jumpai.

Penyebab anemia sangat bervariasi. Antara satu kasus anemia dengan kasus anemia lainnya, akan berbeda pendekatan dan manajemen terapinya.

Oleh sebab itu, mendiagnosis penyebab anemia dengan tepat, akan sangat mempengaruhi keberhasilan tatalaksana pasien.

1

Manajemen Sepsis dalam 1 Jam Awal

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 27 Mei 202014 Mei 2020
Manajemen sepsis dalam 1 jam awal

Manajemen sepsis dalam 1 jam awal merupakan langkah yang sangat penting dalam tatalaksana sepsis.

Berikut adalah catatan yang harus dilakukan dalam 1 jam awal pada pasien dengan sepsis. Salah satunya adalah pemberian vasopressor yang tersedia jika hipotensi selama atau setelah resusitasi cairan.

Sumber: The Surviving Sepsis Campaign, 2016.

1

Hepatitis B dan Interpretasi Laboratoriumnya.

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 27 Mei 202013 Mei 2020
Hepatitis B dan interpretasi laboratoriumnya

Hepatitis B dan interpretasi pemeriksaan laboratoriumnya membutuhkan pemahaman yang tepat. Walaupun, cara interpretasi hasil tersebut kadang masih membingungkan.

Berikut catatan yang mencoba meringkas cara menginterpretasikan hasil laboratorium tersebut.

Interpretasi yang tepat, akan membuat kita melakukan diagnosis yang akurat dan pemilihan terapi yang benar. Cek HBV DNA penting untuk menentukan pilihan terapi yang akan diberikan untuk pasien dengan Hepatitis B kronik. Adanya sirosis hati yang diderita oleh pasien Hepatitis B kronik juga mempengaruhi pemilihan terapinya.

Sumber: Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B

1

Gambaran Klinis dari Acute Heart Failure

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 27 Mei 202012 Mei 2020
Gambaran klinis dari acute heart failure

Pasien tidak datang dengan gambaran klinis dari acute heart failure yang sama.

Lalu, apakah semuanya kita terapi dengan diuretik saja?

Nah, berikut coret-coretan yang mencoba menjelaskan beberapa gambaran klinis dari acute heart failure.

Dalam menilai gambaran klinis dari acute heart failure, harus diperhatikan status kongesti dan perfusinya. Sekitar 95% pasien acute heart failure memang datang dengan kongesti alias wet, namun masih ada kemungkinan pasien datang dalam kondisi dry, sehingga membutuhkan inotropik seperti drip dobutamin atau dopamin. Jika terdapat hipoperfusi, berarti pasien dalam kondisi cold, dan kebalikannya, tidak terdapat terdapat hipoperfusi, berarti hot.

Sumber: ESC Guidelines

Navigasi pos

Halaman Sebelumnya
Halaman Berikutnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.