Penyuluhan – Penyakit Tidak Menular
Di sini dapat di download ppt penyuluhan penyakit tidak menular. Semoga bermanfaat.
Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam
Penyuluhan – Penyakit Tidak Menular
Di sini dapat di download ppt penyuluhan penyakit tidak menular. Semoga bermanfaat.
Cairan Kristaloid untuk DBD per Hari (tanpa syok):
Volume yang dibutuhkan (cc) = 1500 + 20 x (kgBB – 20)
Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keenam, 2014
Penghitungan kebutuhan kalori penderita diabetes dipengaruhi beberapa faktor:
Terapi nutrisi medis merupakan bagian penting dari penatalaksanaan DMT2 secara komprehensif. Kunci keberhasilannya adalah keterlibatan secara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gizi, petugas kesehatan lain serta pasien dan keluarganya). Terapi nutrisi medis sebaiknya diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien DM agar mencapai sasaran.
Prinsip pengaturan makan pada pasien DMT2 hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pasien DM perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis, dan jumlah kandungan kalori, terutama pada mereka yang menggunakan obat yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri.
Sumber: Pedoman Pengelolaan DMT2 Dewasa di Indonesia, Perkeni, 2019
Penilaian Klinis Dehidrasi dan Metode Daldiyono.
| Klinis | Skor |
|---|---|
| Rasa haus/ muntah | 1 |
| Tekanan darah sistolik 60-90 mmHg | 1 |
| Tekanan darah sistolik <60 mmHg | 2 |
| Frekuensi nadi >120 kali/menit | 1 |
| Kesadaran apati | 1 |
| Kesadaran somnolen, sopor, atau koma | 2 |
| Frekuensi nafas >30 kali/menit | 1 |
| Facies cholerica | 2 |
| Vox cholerica | 2 |
| Turgor kulit menurun | 1 |
| Washer woman’s hand | 1 |
| Ekstremitas dingin | 1 |
| Sianosis | 2 |
| Umur 50-60 tahun | -1 |
| Umur >60 tahun | -2 |
Modifikasi cara penilaian klinis metode Daldiyono adalah dengan menilai derajat dehidrasi inisial berdasarkan gambaran klinis yang diterjemahkan ke dalam nilai skor pada tabel di atas. Penjumlahan skor tersebut nanti akan dimasukkan ke dalam perhitungan di bawah ini:
Kebutuhan cairan = Skor/15 x 10% x kgBB x 1 liter
Bila skor kurang dari 3 dan tidak ada syok, maka hanya diberikan cairan peroral (sebanyak mungkin sedikit demi sedikit). Bila skor lebih atau sama 3 disertai syok diberikan cairan per intravena.
Derajat dehidrasi dibagi menjadi ringan, sedang, dan berat. Derajat dehidrasi ini dijelaskan di postingan lain.
Dengan penilaian derajat dehidrasi tersebut, dapat diberikan cairan berdasarkan metode Pierce. Pemberian cairan metode Pierce juga dapat dilihat di postingan lain di web ini.
Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keenam, 2014