Lompat ke konten (Tekan Enter)
medical.internotes

medical.internotes

Catatan Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam

  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi
  • Beranda
  • Topik
    • Alergi Imunologi
    • Endokrin Metabolik
    • Gastroenterohepatologi
    • Geriatri
    • Ginjal Hipertensi
    • Hematologi Onkologi Medik
    • Kardiologi
    • Psikosomatik
    • Pulmonologi
    • Reumatologi
    • Tropik Infeksi
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Endokrin metabolik merupakan salah satu subbagian di ilmu penyakit dalam.

Endokrin Metabolik

Diabetes Insipidus dan Peran ADH

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Mei 202012 Mei 2020

Diabetes insipidus dan peran ADH

Diabetes Insipidus dan Peran ADH

Diabetes Insipidus dan Peran ADH

Diabetes Insipidus dan Peran ADH

Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat mengganggu mekanisme neurohypophyseal-renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam mengkonversi air. Kebanyakan kasus-kasus yang pernah ditemui merupakan kasus idiopatik yang dapat bermanifestasi pada berbagai tingkatan umur dan jenis kelamin.

Mekanisme ekskresi air

Dalam mengatur eksreksi air, ginjal mengikutsertakan mekamisme neurohypophyseal-renal reflex. Komponen humoral dalam mekanisme ini adalah ADH yang disebut juga dengan arginin vasopresin (AVP). AVP disintesis oleh suatu molekul prekursor dalam nukleus supraoptik, paraventrikular dan sedikit pada nukleus filiformis hipotalamus.

Mekanisme haus

Peningkatan osmolalitas plasma akan merangsang pusat haus, sebaliknya penurunan osmolalitas plasma akan menekan pusat haus. Ambang rangsang pusat haus (295 mOsmol/kg berat badan) ternyata lebih tinggi daripada ambang rangsang osmotik pelepasan AVP (280 mOsmol/kg berat badan). Hal ini merupakan perlindungan terhadap deplesi air.

Mekanisme aksi seluler, konsentrasi dan dilusi ADH

Mekanisme pastinya belum jelas. Kemungkinan setelah dilepaskan oleh hipofisis posterior, ADH masuk ke dalam sirkulasi ginjal dan terikat pada reseptornya di collecting duct.

ADH meningkatkan permeabilitas tubulus distal dan collecting duct terhadap air sehingga dapat berdifusi secara pasif akibat adanya perbedaan konsentrasi.

Jika ADH tidak disekresi, misalnya pada orang yang terhidrasi baik, struktur-struktur distal tetap tidak permeabel terhadap air. Dengan demikian, sewaktu urin yang hipotonis melewati tubulus distal, Na akan lebih banyak dikeluarkan sehingga osmolalitas urin semakin berkurang.

Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi keenam, 2014

Penghitungan Kebutuhan Kalori Penderita Diabetes

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Mei 202010 Mei 2020

Penghitungan Kebutuhan Kalori Penderita Diabetes

Penghitungan kebutuhan kalori penderita diabetes dipengaruhi beberapa faktor:

  1. Jenis kelamin (menentukan kebutuhan kalori basal)
    • Pria: BBI x 30 kal/kgBB
    • Wanita: BBI x 25 kal/kgBB
  2. Umur
    • 40-59 tahun: dikurangi 5%
    • 60-69 tahun: dikurangi 10%
    • >70 tahun: dikurangi 20%
  3. Aktivitas fisik atau pekerjaan
    • Istirahat: ditambah 10%
    • Aktivitas ringan (pegawai kantor, guru, ibu rumah tangga): ditambah 20%
    • Aktivitas sedang (pegawai industri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak berperang): ditambah 30%
    • Aktivitas berat (petani, buruh, atlet, militer dalam keadaan latihan): ditambah 40%
    • Aktivitas sangat berat (tukang becak, tukang gali): ditambah 50%
  4. Stres metabolik
    • Penambahan 10-30% tergantung dari beratnya stres metabolik (sepsis, operasi, trauma)
  5. Berat badan
    • Gemuk: dikurangi 20-30% tergantung kepada tingkat kegemukan
    • Kurus: ditambah 20-30% sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan BB

Terapi nutrisi medis

Terapi nutrisi medis merupakan bagian penting dari penatalaksanaan DMT2 secara komprehensif. Kunci keberhasilannya adalah keterlibatan secara menyeluruh dari anggota tim (dokter, ahli gizi, petugas kesehatan lain serta pasien dan keluarganya). Terapi nutrisi medis sebaiknya diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien DM agar mencapai sasaran.

Prinsip pengaturan makan pada pasien DMT2 hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pasien DM perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis, dan jumlah kandungan kalori, terutama pada mereka yang menggunakan obat yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri.

Sumber: Pedoman Pengelolaan DMT2 Dewasa di Indonesia, Perkeni, 2019

3

Catatan tentang Klasifikasi Hipertiroid

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 30 Mei 20207 Mei 2020
Catatan tentang Klasifikasi Hipertiroid

Berikut adalah gambar yang merupakan sedikit catatan tentang klasifikasi hipertiroid. Tergantung klasifikasinya berdasarkan apa, hipertiroid dapat diklasifikan menjadi hipertiroid klinis – subklinis dan primer – sekunder.

Semoga dengan catatan ini, membuat teman sejawat semua ga bimbang lagi dalam klasifikasi hipertiroid yang ditemukan.

0

Pilihan Terapi Farmakologis untuk DM

oleh Randa Fermadadiperbarui pada 30 Mei 20207 Mei 2020
Pilihan Terapi Farmakologis untuk DM

Pilihan Terapi Farmakologis untuk DM.

Walaupun seringnya menggunakan obat biguanid dan sulfonilurea, sebenarnya masih banyak golongan obat DM yang tersedia.

Dari gambar di atas, dapat dilihat beberapa pilihan terapi farmakologis untuk DM. Penjelasan terapi non-farmakologis, seperti diet, dijelaskan di postingan yang lain.

2

Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target

oleh Alexander Kamdiperbarui pada 29 Mei 20207 Mei 2020
Aksis Hipotalamus - Hipofisis - Organ Target

Aksis Hipotalamus – Hipofisis – Organ Target

Aksis ini sangat penting dengan mekanisme feedback negatifnya.

Memahami aksis ini sangat membantu pemahaman peran dan pengaturan dari hormon hipofisis.

Sumber: Williams’ Textbook of Endocrinology

1

Navigasi pos

Halaman Sebelumnya
Halaman Berikutnya

Tentang Kami

medical.internotes adalah tempat berbagi catatan-catatan kedokteran, terutama ilmu penyakit dalam.

Ikuti Kami

medical.internotes

Kategori

  • Alergi Imunologi (5)
  • Endokrin Metabolik (11)
  • Gastroenterohepatologi (8)
  • Geriatri (1)
  • Ginjal Hipertensi (8)
  • Hematologi Onkologi Medik (5)
  • Kardiologi (1)
  • Presentasi (3)
  • Psikosomatik (1)
  • Pulmonologi (3)
  • Reumatologi (3)
  • Rumus/Skor (17)
  • Tropik Infeksi (11)

Tag

Albumin Antibiotik Artritis Rheumatoid Asites Asma Cairan Dehidrasi Demam Tifoid Dengue Hemorrhagic Fever Diabetes Melitus Diuretik DMARD Dobutamin Dopamin Drip Efusi Pleura Elektrolit GERD GERD Q Hipertensi Hipertensi emergensi Hipertensi urgensi Hipertiroid Hiperventilasi Hipokalemia HIV kalsium Kehamilan Ketoasidosis Diabetikum Kriteria Light Kuesioner Metilprednisolon Norepinefrin Pneumothorax Profilaksis Puasa Rehidrasi Sepsis Sirosis Hepatis Sistem Imun Ulkus Duodenum Ulkus Gaster Ulkus Peptikum Vaksinasi white coat hypertension

Arsip

  • Januari 2026 (1)
  • Januari 2023 (1)
  • Februari 2022 (1)
  • Desember 2020 (3)
  • September 2020 (2)
  • Juli 2020 (1)
  • Juni 2020 (7)
  • Mei 2020 (42)

Notes Terpopuler

  • Rumus/Skor

    Drip Norepinefrin (dengan syringe pump)

  • Rumus/Skor

    Drip Dobutamin (dengan syringe pump)

  • Ginjal Hipertensi

    Hipokalemia dan Cara Koreksinya

QUICK LINKS

  • Beranda
  • Topik
  • Rumus/Skor
  • Presentasi

Bagikan Situs

© Hak Cipta 2020 | medical.internotes |The Ultralight | Dikembangkan Oleh Rara Theme.Ditenagai oleh WordPress.